Tambang Emas Masmindo: Intim Madani Dorong Transisi Menuju Ekonomi Hijau di Luwu

Menu Atas

Tambang Emas Masmindo: Intim Madani Dorong Transisi Menuju Ekonomi Hijau di Luwu

Admin

Tambang Emas Masmindo: Intim Madani Dorong Transisi Menuju Ekonomi Hijau di Luwu
Foto: Aksi Demontrasi Organisasi Intim Madani

Luwu 24 Juli 2025 – Alih-alih hanya menuntut penutupan tambang emas Masmindo, Intim Madani, sebuah organisasi di Sulawesi Selatan, mengambil pendekatan yang lebih progresif. Mereka menyerukan transisi menuju ekonomi hijau di daerah tersebut, dengan penutupan tambang sebagai langkah awal yang krusial. Ketua Intim Madani, Harjum, menjelaskan bahwa fokus mereka bukan hanya pada penghentian kerusakan lingkungan yang disebabkan oleh tambang, tetapi juga pada pembangunan ekonomi berkelanjutan yang melindungi lingkungan dan mensejahterakan masyarakat.

“Penutupan tambang Masmindo memang mendesak, mengingat dampak kerusakan lingkungan yang sudah sangat parah, termasuk pencemaran air, deforestasi, dan potensi bencana alam,” ujar Harjum dalam konferensi pers hari ini. “Namun, kita juga harus melihat ke depan. Penutupan tambang ini harus menjadi momentum untuk membangun ekonomi yang lebih berkelanjutan, yang tidak mengorbankan lingkungan demi keuntungan jangka pendek."

Intim Madani mengusulkan beberapa langkah konkret untuk mendukung transisi menuju ekonomi hijau di Luwu. Mereka mendorong pengembangan sektor-sektor ekonomi alternatif yang ramah lingkungan, seperti pertanian organik, ekowisata, dan energi terbarukan. Organisasi ini juga menekankan pentingnya peningkatan kapasitas masyarakat lokal dalam mengelola sumber daya alam secara berkelanjutan.

“Kita perlu menciptakan lapangan kerja baru yang ramah lingkungan dan memberdayakan masyarakat sekitar,” lanjut Harjum. “Program pelatihan dan pendampingan bagi masyarakat lokal sangat penting untuk memastikan keberhasilan transisi ini.”

Intim Madani juga mendesak pemerintah untuk memberikan dukungan penuh terhadap upaya transisi ini, termasuk penyediaan akses permodalan, teknologi, dan pelatihan bagi pelaku usaha di sektor ekonomi hijau. Mereka juga menekankan pentingnya keterlibatan aktif masyarakat dalam perencanaan dan pelaksanaan program-program pembangunan berkelanjutan.

“Ini bukan hanya tentang penutupan tambang, tetapi tentang membangun masa depan yang lebih baik bagi Kabupaten Luwu,” kata Harjum. “Dengan pendekatan yang progresif dan kolaboratif, kita dapat menciptakan ekonomi yang berkelanjutan, melindungi lingkungan, dan mensejahterakan masyarakat.”

Ikuti Blog Jejak Pengabdi

Ikuti Jejak Pengabdi