LUWU RAYA — Gelombang aksi unjuk rasa menuntut pembentukan Provinsi Luwu Raya kembali bergema di berbagai wilayah Luwu Raya. Massa aksi menegaskan bahwa gerakan perlawanan ini tidak akan berhenti sampai pemerintah pusat secara resmi menetapkan Luwu Raya sebagai provinsi baru.
Dalam aksi yang berlangsung damai namun penuh semangat, para demonstran menyuarakan kekecewaan terhadap lambannya respons pemerintah pusat atas aspirasi yang telah diperjuangkan selama puluhan tahun. Spanduk, poster, dan orasi menjadi simbol keteguhan sikap rakyat Luwu Raya yang merasa hak politik dan pembangunan wilayahnya terus diabaikan.
Koordinator aksi menyampaikan bahwa perjuangan ini bukan sekadar tuntutan administratif, melainkan bentuk perlawanan terhadap ketidakadilan struktural. Menurutnya, Luwu Raya memiliki sejarah, wilayah, dan potensi yang layak untuk berdiri sebagai provinsi sendiri, namun hingga kini belum mendapat keputusan politik yang jelas dari pemerintah pusat.
“Aksi ini tidak akan berhenti. Selama belum ada penetapan resmi Provinsi Luwu Raya, kami akan terus turun ke jalan dan menyuarakan aspirasi rakyat,” tegas salah satu orator dalam aksi tersebut.
Massa juga menilai bahwa berbagai upaya dialog dan lobi politik yang dilakukan selama ini belum membuahkan hasil konkret. Karena itu, tekanan publik melalui aksi unjuk rasa dinilai sebagai langkah terakhir agar isu Provinsi Luwu Raya benar-benar menjadi perhatian nasional.
Aksi serupa direncanakan akan terus berlanjut dan meluas jika pemerintah pusat tetap tidak memberikan kejelasan. Masyarakat Luwu Raya berharap perjuangan ini tidak lagi berakhir pada janji, melainkan keputusan nyata yang menjawab aspirasi rakyat.


