Luwu, Sulawesi Selatan – Banjir bandang besar yang terjadi di Kabupaten Luwu tahun lalu menjadi salah satu peristiwa paling dahsyat dalam beberapa dekade terakhir. Bencana tersebut meninggalkan kerusakan luas, menghanyutkan material dari hulu hingga ke pemukiman warga di wilayah hilir.
Sejumlah pihak menilai, perubahan kondisi lingkungan di kawasan hulu menjadi salah satu faktor yang perlu mendapat perhatian serius. Aktivitas pertambangan yang kini dijalankan oleh PT Masmindo Dwi Area disebut-sebut berpotensi memperbesar tekanan terhadap ekosistem pegunungan yang selama ini berfungsi sebagai penyangga alami.
Ketika tutupan hutan berkurang dan struktur tanah berubah, kemampuan alam dalam menahan air ikut melemah. Kondisi ini dapat mempercepat aliran air saat hujan deras, membawa lumpur, batu, dan material lainnya ke wilayah bawah.
Masyarakat kini dihadapkan pada kekhawatiran yang sama: bencana besar yang terjadi tahun lalu bukan tidak mungkin akan terulang, bahkan dengan skala yang lebih besar jika kondisi lingkungan terus mengalami tekanan.
Sejumlah warga berharap adanya perhatian serius terhadap keseimbangan alam, agar peristiwa serupa tidak kembali terjadi dan mengancam keselamatan ribuan jiwa di wilayah Luwu.



