![]() |
| Suasana khidmat dan penuh makna saat perayaan Idul Adha. Kurban bukan sekadar ritual, tetapi wujud pengabdian dan kepedulian. Semoga semangat berbagi dan keikhlasan senantiasa terpatri di hati kita. |
Mentari pagi menyapa Kota Makassar dengan semburat jingga, menyinari jejak langkah para jamaah menuju lapangan Karebosi. Udara masih sejuk, bercampur aroma tanah basah dan rempah-rempah dari warung-warung kaki lima yang mulai ramai. Hari Raya Idul Adha. Bukan sekadar hari raya kurban, namun puncak pengabdian, ujian kesabaran, dan refleksi atas pengorbanan Nabi Ibrahim.
Tahun ini terasa berbeda. Sejak beberapa bulan lalu, Kampung Baru, yang biasanya hiruk-pikuk dengan perdebatan soal pembagian daging kurban, kini lebih tenang. Ustadz Syamsuddin, dengan sabar dan bijaksana, telah menanamkan pemahaman baru. Bukan sekadar pembagian daging, namun pembagian berkah. Sebuah sistem terpadu telah dirancang, melibatkan seluruh warga. Daging kurban didistribusikan secara merata, tidak hanya kepada warga mampu, namun juga kaum dhuafa, panti asuhan, dan rumah sakit. Bahkan, kulit dan tulang pun diolah menjadi produk yang bermanfaat secara ekonomi, memberdayakan warga sekitar.
Pak Tua Usman, dengan tangan gemetar, menyerahkan seekor kambing kurbannya. Air matanya berlinang, bukan karena beratnya beban, melainkan karena haru. Ia merasakan keikhlasan yang lebih dalam, sebuah pengorbanan yang bermakna, bukan hanya ritual belaka. Di sampingnya, Ayu, gadis muda penuh semangat, menjelaskan tentang program pengolahan limbah kurban yang ramah lingkungan. Inilah penyempurnaan ibadah, bukan hanya ritual semata, namun aksi nyata yang mencerminkan nilai-nilai keislaman yang utuh.
Di lapangan Karebosi, shalat Idul Adha diimami oleh Ustadz Syamsuddin. Suaranya lantang, mengusik hati para jamaah. Khutbahnya bukan hanya tentang sejarah kurban, namun juga tentang pentingnya kesetaraan, kepedulian sosial, dan keberlanjutan. Sebuah refleksi yang menguatkan ikatan ukhuwah islamiyah.
Mentari semakin meninggi, menyinari wajah-wajah yang berseri. Hari Raya Idul Adha tahun ini bukan hanya hari raya kurban, namun juga hari raya keikhlasan, kepedulian, dan kesatuan. Sebuah penyempurnaan ibadah yang mencerminkan keindahan Islam di tengah-tengah masyarakat Makassar. Sebuah perubahan kecil, namun berdampak besar.


