![]() |
| Jembatan di ruas Jalan Provinsi Bua–Toraja rusak parah dan nyaris ambruk. Warga terpaksa melintasi sungai sebagai jalur alternatif karena kendaraan tak lagi aman melintas di atas jembatan. |
Luwu – Akses jalan provinsi penghubung Bua menuju Toraja kini dalam kondisi memprihatinkan. Sebuah jembatan di jalur tersebut mengalami kerusakan parah hingga nyaris ambruk. Ironisnya, hingga saat ini belum terlihat penanganan darurat yang memadai dari pihak berwenang.
Dari pantauan di lokasi, bagian tepi jembatan sudah ambles dan menyisakan celah berbahaya. Kendaraan roda empat tidak lagi berani melintas di atasnya. Akibatnya, mobil-mobil terpaksa turun langsung ke aliran sungai untuk bisa menyeberang. Praktik ini jelas berisiko tinggi, terlebih jika debit air tiba-tiba meningkat.
Sejumlah warga menyebut kerusakan ini bukan terjadi dalam semalam. Retakan dan tanda-tanda penurunan struktur sudah terlihat sebelumnya, namun tidak mendapat respons cepat. “Kalau dibiarkan terus, tinggal tunggu waktu benar-benar putus total,” ujar salah seorang warga.
Jalur Bua–Toraja merupakan akses vital yang menghubungkan wilayah pesisir Kabupaten Luwu dengan kawasan dataran tinggi Toraja. Jika jalur ini lumpuh total, distribusi logistik, aktivitas ekonomi, hingga mobilitas masyarakat akan terganggu serius.
Kondisi ini memunculkan pertanyaan publik terhadap komitmen pemeliharaan infrastruktur jalan provinsi. Mengingat pentingnya jalur tersebut, masyarakat menilai seharusnya ada langkah cepat berupa pemasangan jembatan darurat atau rekayasa lalu lintas yang aman, bukan membiarkan warga mengambil risiko dengan melintasi sungai.
Warga mendesak pemerintah provinsi segera turun tangan melakukan penanganan darurat dan audit menyeluruh terhadap kondisi jembatan di jalur tersebut. Infrastruktur bukan sekadar proyek, melainkan urat nadi ekonomi dan keselamatan masyarakat.
Jika tidak segera ditangani, bukan hanya akses yang terputus, kepercayaan publik pun bisa ikut runtuh.



