//]]> Banjir di Suli Dan Suli Barat Terparah Sepanjang Tahun 2020 -->

Menu Atas

close

Banjir di Suli Dan Suli Barat Terparah Sepanjang Tahun 2020

Admin

Suli,Luwu. Bencana banjir yang terjadi hari ini (09 Juli 2020), adalah yang terparah sepanjang tahun 2020.

Setidaknya 2 Kecamatan di Kabupaten Luwu yakni Kecamatan Suli dan Suli Barat. Terdampak banjir paling menakutkan dalam kurun waktu 5 tahun terakhir. Hujan yang deras terus menerus mengguyur membuat sejumlah wilayah di dua kecamatan di Luwu ini kebanjiran.

Sepanjang jalan poros Utama dari Kelurahan Suli sampai desa Cimpu Utara terlihat bak lautan tanpa tepi oleh air bercampur lumpur. Jalan Utama tidak terlihat nampak lagi yang nampak adalah derasnya air yang bercampur lumpur menggenangi seluruh pemukiman warga.

Dampak banjir kali ini begitu terasa bagi masyarakat, sungai yang tidak bisa menampung debit air lagi membuat banjir tidak terelakkan. Tak ayal Sejumlah rumah hanyut terbawa derasnya air, warga memilih mengungsi di sejumlah tempat yang dianggap aman. 


Potret lusuh yang menjadi rutinitas warga setiap tahunnya, dengan langganan banjir seolah menjadi kebiasaan yang terpelihara.

Banjir disertai lumpur adalah langganan tahunan oleh warga khususnya di Kecamatan Suli dan Suli Barat. Bencana ini terus saja terjadi akibat tidak ada lagi Hutan yang dapat dijadikan tempat serapan air yang alami, hutan yang tadinya menjadi pelindung dikala musim hujan kini telah berubah menjadi lahan perkebunan. Saluran drainase menyempit, jalan utama kekurangan pembuangan air, yang tadinya adalah jembatan berubah menjadi gorong gorong. 

Bencana Banjir ini adalah pekerjaan rumah bagi pemerintah daerah Luwu. Banjir Tahunan Yang semestinya sudah dapat diatasi sedini mungkin dengan berbagai program yang dapat diberikan oleh pemerintah daerah maupun pemerintah provinsi, sejauh ini belum dapat terlihat. 

Desakan dari Masyarakat, sampai Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Luwu telah menyuarakan hal ini dengan berbagai keluh kesah dan harapan. Namun kesemuanya belum ada kepastian apa apa dari pemerintah daerah.

Bencana banjir ini adalah petaka yang tak kunjung berakhir. Kepada siapa rakyat akan mengadu selain daripada Tuhan Yang Maha Kuasa. 




Ikuti Blog Jejak Pengabdi

Ikuti Jejak Pengabdi