Aksi demonstrasi menuntut pembentukan Provinsi Luwu Raya kembali terpusat di Kabupaten Luwu Utara. Di Tugu Coklat, Kota Masamba, massa aksi kembali turun ke jalan dan menyuarakan tuntutan pemekaran wilayah yang selama ini menjadi aspirasi sebagian masyarakat Luwu Raya.
Tugu Coklat Masamba yang berada di jantung Kota Masamba kembali menjadi titik kumpul demonstrasi. Dari lokasi inilah, isu Provinsi Luwu Raya kembali digaungkan dengan lantang, mengingat Luwu Utara sejak lama dikenal sebagai salah satu episentrum pergerakan aspirasi tersebut.
Menariknya, gaung yang sebelumnya terdengar cukup kuat di beberapa kabupaten kini mulai meredup. Kabupaten Luwu yang beberapa minggu lalu gencar menyuarakan dukungan terhadap pembentukan Provinsi Luwu Raya, kini terlihat tidak lagi menunjukkan intensitas aksi yang sama. Begitu pula daerah lainnya di kawasan Luwu Raya yang cenderung senyap.
Kondisi ini memunculkan dinamika baru dalam gerakan. Jika sebelumnya seruan datang serentak dari berbagai wilayah, kini Kabupaten Luwu Utara tampak menjadi pusat konsolidasi utama. Para demonstran menilai perjuangan ini belum selesai dan tidak boleh berhenti hanya karena gelombang dukungan di daerah lain menurun.
Dalam orasinya, massa aksi menyampaikan bahwa Provinsi Luwu Raya bukan sekadar isu sesaat, melainkan aspirasi jangka panjang demi pemerataan pembangunan dan penguatan identitas wilayah yang memiliki sejarah panjang sejak masa Kerajaan Luwu.
Aksi di Tugu Coklat berlangsung dengan pengawalan aparat keamanan dan berjalan tertib. Namun pertanyaan besar tetap mengemuka: apakah gelombang yang kini kembali menguat di Masamba mampu membangkitkan solidaritas lintas kabupaten seperti sebelumnya, atau justru kembali menjadi gerakan yang terpusat di satu wilayah saja?
Sementara itu, publik menanti langkah konkret dari para pemangku kebijakan. Apakah aspirasi yang kembali menggema dari Masamba ini akan berlanjut ke tahap politik yang lebih serius, atau kembali meredup seiring waktu?
Perjuangan Provinsi Luwu Raya kini kembali ke titik awal—Masamba bersuara, daerah lain memilih diam.



