![]() |
| Foto: Soe Hok Gie |
Makassar, 23 Mei 2025 – Nama So Hok Gie kembali mencuat di tengah hiruk pikuk perpolitikan kontemporer. Bukan sekadar nama, ia adalah simbol perlawanan, idealisme, dan intelektualitas kritis yang tak lekang oleh waktu. Di tengah arus informasi yang deras, mengenang So Hok Gie bukan sekadar nostalgia, melainkan sebuah refleksi penting bagi generasi muda Indonesia.
So Hok Gie, aktivis mahasiswa yang dikenal lantang menyuarakan kebenaran dan keadilan, meninggal dunia dalam tragedi pendakian Gunung Semeru pada tahun 1969 di usia yang masih sangat muda. Namun, warisan pemikiran dan semangat juangnya tetap hidup hingga kini. Tulisan-tulisannya, yang tajam dan penuh observasi, terus relevan dan menginspirasi. Ia bukan hanya mengkritik rezim Orde Lama, tetapi juga berani menentang ketidakadilan di berbagai sektor kehidupan.
Lebih dari sekadar seorang aktivis, So Hok Gie adalah seorang intelektual muda yang cerdas dan berwawasan luas. Ia mampu menggabungkan analisis politik yang tajam dengan kepedulian sosial yang mendalam. Ia menulis dengan gaya bahasa yang lugas dan mudah dipahami, namun tetap sarat dengan makna dan pesan yang mendalam. Karyanya, seperti esai-esai yang dikumpulkan dalam buku Catatan Seorang Demonstran, merupakan jendela yang membuka pandangan kita terhadap kondisi sosial-politik Indonesia di masa lalu.
Pengaruh So Hok Gie terhadap pergerakan mahasiswa dan aktivisme di Indonesia sangat signifikan. Ia menjadi inspirasi bagi generasi-generasi berikutnya untuk berani bersuara, berjuang untuk keadilan, dan menentang segala bentuk ketidakadilan. Semangatnya yang tak kenal lelah dalam memperjuangkan kebenaran menjadi suar yang terus membimbing.
Di Makassar, warisan So Hok Gie juga terasa. Para mahasiswa dan aktivis di kota ini masih mempelajari dan mengkaji pemikirannya. Ia menjadi simbol bagi mereka yang percaya pada kekuatan ide dan semangat perubahan. Di tengah tantangan zaman yang semakin kompleks, mengenang So Hok Gie adalah sebuah upaya untuk menjaga api idealisme agar tetap menyala. Ia mengingatkan kita akan pentingnya kritis terhadap kekuasaan, menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan, dan terus berjuang untuk menciptakan Indonesia yang lebih baik. So Hok Gie, sebuah nama yang tak hanya ditulis dalam sejarah, tetapi juga hidup dalam setiap jiwa yang merindukan perubahan.



