| Foto Ilustrasi: Kehidupan |
Di sebuah kampung terpencil di kaki Gunung Lompobattang, hiduplah seorang pemuda bernama Andi. Andi bukanlah anak yang kaya. Rumahnya sederhana, terbuat dari kayu dan bambu, atapnya sedikit bocor saat hujan. Namun, di dalam rumah sederhana itu, terpancar kehangatan kasih sayang orang tuanya, Ibu Daeng dan Bapak Karaeng. Kedua orang tuanya, meskipun sudah tua dan renta, selalu bekerja keras di sawah untuk menghidupi Andi.
Suatu hari, Andi mendapat kabar gembira. Ia memenangkan undian berhadiah satu miliar rupiah! Kegembiraan itu seketika bercampur aduk dengan dilema. Ia teringat akan kedua orang tuanya yang selalu bekerja keras, tubuhnya yang mulai membungkuk karena usia. Ia teringat akan nasihat ibunya, "Harta benda hanyalah titipan, Nak. Kasih sayanglah yang abadi."
Andi tergoda untuk menggunakan uang itu untuk membangun rumah mewah, membeli mobil, dan menikmati hidup. Namun, bayangan wajah lelah orang tuanya menghantuinya. Ia membayangkan betapa bahagianya orang tuanya jika ia menggunakan sebagian uang itu untuk meringankan beban mereka. Ia membayangkan senyum ibunya yang akan terpancar jika ia bisa memberikan perawatan terbaik untuk kesehatan orang tuanya.
Akhirnya, Andi mengambil keputusan. Ia menggunakan sebagian besar uangnya untuk membangun rumah yang nyaman dan sehat untuk orang tuanya, lengkap dengan fasilitas kesehatan yang memadai. Ia juga menyisihkan sebagian untuk biaya pengobatan dan perawatan kesehatan mereka. Sisanya, ia gunakan untuk usaha kecil-kecilan yang bisa memberinya penghasilan tetap, sehingga ia bisa terus merawat orang tuanya.
Andi tidak lagi terobsesi dengan harta. Ia menyadari bahwa kebahagiaan sejati terletak pada kebahagiaan orang tuanya. Melihat senyum bahagia orang tuanya, jauh lebih berharga daripada semua harta di dunia. Ia menghabiskan waktunya dengan merawat dan menemani orang tuanya, mendengarkan cerita-cerita masa lalu mereka, dan berbagi tawa serta canda. Rumah sederhana mereka kini terisi dengan kasih sayang yang melimpah, jauh lebih berharga daripada rumah mewah yang mungkin pernah ia impikan. Kisah Andi menjadi inspirasi bagi seluruh kampung, mengajarkan bahwa kasih sayang kepada orang tua jauh lebih berharga daripada harta benda.


