![]() |
| Anggoto DPR RI Komisi VI Darmadi Durianto |
Jakarta, 18 Juni 2025 – Menteri Koperasi dan UKM, Budi Arie Setiadi, mendapat cecaran tajam dari anggota Komisi VI DPR RI, Darmadi Durianto, terkait model bisnis Koperasi Desa Merah Putih. Darmadi mempertanyakan kejelasan model bisnis koperasi tersebut, khususnya terkait klaim keuntungan minimal satu miliar rupiah.
Dalam rapat dengar pendapat (RDP), Darmadi mengungkapkan keheranannya atas paparan Menteri Budi Arie yang dinilai kurang konkret. "Bapak datang dengan angka satu miliar, tapi model bisnisnya tidak ada. Bapak mau meyakinkan siapa? Ini yang harus Bapak paparkan, jangan hanya mengejar angka di media," tegas Darmadi.
Darmadi juga menyoroti kurangnya diferensiasi dan potensi perang harga jika model bisnis koperasi tersebut homogen. Ia mengingatkan potensi kegagalan jika model bisnis tersebut hanya mengandalkan jumlah gerai tanpa strategi yang terukur. "Jangan hanya teori-teori buku tentang bisnis. Isi paparan Bapak bukan hanya jenis gerai-gerai saja. Bapak harus menjelaskan strategi diferensiasi dan bagaimana mencapai keuntungan satu miliar tersebut," tambahnya.
Darmadi menekankan pentingnya strategi yang kuat untuk menghindari persaingan harga yang merugikan. Ia juga mempertanyakan klaim keuntungan satu miliar rupiah dari investasi tiga hingga lima miliar rupiah, mengingatkan potensi kegagalan yang akan berdampak buruk pada reputasi Menteri Koperasi.
Menteri Budi Arie hingga saat ini belum memberikan tanggapan resmi atas kritikan tersebut. RDP Komisi VI DPR RI akan dilanjutkan untuk membahas lebih lanjut model bisnis Koperasi Desa Merah Putih dan memastikan keberlanjutan program tersebut.



