![]() |
| Lambang Kabupaten Luwu. Kemegahan sayap, keteguhan badik, dan janji masa depan yang cerah |
Luwu, Sulawesi Selatan – Seratus hari pemerintahan Bupati Luwu telah berlalu, namun harapan masyarakat akan perubahan yang signifikan masih jauh dari kenyataan. Baik dari segi kebijakan maupun tindakan nyata, belum terlihat dampak positif yang dirasakan langsung oleh masyarakat. Kekecewaan terutama dirasakan oleh petani dan nelayan, kelompok yang dijanjikan akan menjadi prioritas utama selama kampanye.
Salah satu janji kampanye yang hingga kini belum terwujud adalah ketersediaan pupuk dengan harga terjangkau. Petani mengeluhkan harga pupuk yang masih tinggi, sehingga menyulitkan mereka dalam menjalankan aktivitas pertanian. Selain itu, akses pasar untuk hasil panen juga masih menjadi kendala. Sulitnya pemasaran hasil pertanian menyebabkan harga jual yang rendah dan berdampak pada pendapatan petani.
"Kami kecewa dengan kinerja pemerintahan saat ini," ujar seorang petani di Luwu. "Janji-janji kampanye tentang pupuk murah dan kemudahan akses pasar hanyalah isapan jempol. Kehidupan kami masih tetap sulit."
Sentimen serupa juga diungkapkan oleh nelayan. Mereka berharap pemerintah daerah dapat memberikan perhatian lebih terhadap sektor perikanan, namun hingga kini belum ada perubahan signifikan.
Minimnya dampak positif dari pemerintahan dalam seratus hari ini menimbulkan kekhawatiran di kalangan masyarakat Luwu. Banyak yang pesimistis terhadap masa depan pemerintahan daerah dan mulai meragukan kemampuan Bupati Luwu untuk mewujudkan janji-janji kampanyenya. Ke depan, masyarakat berharap adanya langkah konkrit dan terobosan nyata dari pemerintah daerah untuk memperbaiki kondisi ini dan mengembalikan kepercayaan publik.



