
Aksi Demonstrasi Jumat Di Makassar Berujung Pembakaran Kantor DPRD Kota Makassar
Makassar – Aksi demonstrasi di Kota Makassar pada Jumat (29/8/2025) malam berubah menjadi tragedi setelah massa membakar Kantor DPRD Kota Makassar. Dalam insiden tersebut, tercatat 8 orang menjadi korban, 3 di antaranya meninggal dunia karena terjebak di dalam gedung saat api berkobar.
Menurut keterangan warga sekitar, aksi massa berlangsung tanpa pengawalan ketat aparat kepolisian. Ribuan orang memadati kawasan kantor dewan dengan membawa poster dan seruan penolakan kenaikan pajak yang dinilai kian memberatkan masyarakat. Massa juga menyuarakan kemarahan atas sikap anggota DPRD yang dianggap abai terhadap penderitaan rakyat.
Selain itu, demonstrasi ini juga dipicu oleh solidaritas terhadap seorang driver ojek online (ojol) di Jakarta yang meninggal dunia setelah dilindas kendaraan taktis Barracuda milik Brimob saat aksi protes beberapa hari lalu.
Situasi yang awalnya berlangsung dalam bentuk orasi berubah menjadi ricuh ketika sebagian massa merangsek masuk ke area kantor DPRD. Api kemudian muncul dan membesar, melahap sebagian bangunan utama. Tiga korban yang terjebak di dalam gedung dilaporkan meninggal dunia, sementara lima lainnya mengalami luka bakar dan sesak napas akibat asap tebal.
Hingga Sabtu hari ini, petugas pemadam kebakaran masih berusaha menjinakkan api dan melakukan pendinginan di lokasi.
Sejumlah aktivis menilai kejadian ini sebagai peringatan keras bagi pemerintah dan anggota dewan agar lebih peka terhadap suara rakyat. “Ini bukan sekadar protes, tapi jeritan rakyat yang selama ini diabaikan,” ujar salah seorang warga Makassar.
Tragedi ini menambah daftar panjang ketegangan antara masyarakat dan aparat setelah insiden kematian ojol di Jakarta. Publik kini menunggu langkah pemerintah dalam merespons kemarahan rakyat yang kian meluas.


