![]() |
| Foto: Rusli Sunali Anggota DPRD Provinsi Sulawesi Selatan, Dapil Luwu Raya |
Luwu Timur – Anggota Komisi D DPRD Sulsel Dapil Luwu Raya, yang juga mantan Ketua DPRD Kabupaten Luwu, Rusli Sunali, meminta PT Vale Indonesia bertanggung jawab atas kebocoran pipa di Kecamatan Towuti, Luwu Timur.
“PT Vale harus bertanggung jawab terhadap kerugian masyarakat, baik di sektor pertanian, perkebunan, maupun perikanan,” tegas Rusli, Selasa (26/8/2025).
Warga melaporkan kebocoran sudah dua hari belum tertangani. Lisye Delyati, warga Desa Asuli, menyebut minyak hitam pekat mencemari sawah di lima desa: Asuli, Lioka, Baruga, Matompi, dan Timampu. Di Lioka, sekitar 30 hektare sawah terancam rusak.
Lisye juga menegaskan kebocoran pipa bukan pertama kali terjadi, namun PT Vale tak pernah melakukan sosialisasi kepada warga.
Rusli menambahkan, Pemerintah Provinsi Sulsel dan Pemerintah Kabupaten Luwu Timur juga diminta segera melakukan inventarisasi kerugian masyarakat akibat pencemaran tersebut.
“Saya minta pemerintah daerah turun langsung mencatat semua kerugian yang dialami warga. Jangan sampai ada yang terlewat. Dan yang paling penting, PT Vale wajib mengganti seluruh kerugian itu, tanpa terkecuali,” tegasnya.
Sementara itu, hingga berita ini diturunkan PT Vale belum menjelaskan detail penyebab kebocoran. Dalam rilis resminya, perusahaan hanya menyampaikan permohonan maaf dan menyebut telah melakukan langkah mitigasi dampak sosial dan lingkungan.



